Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya

English-day is FRIDAY

Chusnul Rozaqi

English-day is FRIDAY

Berada di antara orang-orang yang berkomitmen tinggi di bidang pengembangan bahasa asing memang penuh dengan kebahagian dan kebanggaan. Bahagia karena ada teman yang memiliki visi dan misi yang sama untuk peningkatan sumber daya umat muslim dalam kompetensi berbahasa lewat keperdulian  mengajarkan serta menularkan kemampuan bahasa asingnya kepada orang di sekitarnya sehingga akan ada lebih banyak orang bisa berkomunikasi di dunia global. Bangga karena mereka adalah orang yang kuat secara fisik dan emosional dengan banyak ide kreatif untuk terus menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk memberi dampak positif berbahasa asing di orang-orang di sekitar.

 

Belajar bahasa asing pada dasarnya adalah belajar membiasakan diri untuk sesering-mungkin menggunakan bahasa asing tersebut. Sering kali saat belajar kita merasa frustasi karena kecilnya progress (baca: kemajuan) berbahasa asing yang kita pelajari. Akibatnya, kita akan berhenti belajar. Selain itu, belajar bahasa asing menjadi suatu aktivitas yang sangat berat dan membebani. Banyak dari kita belum sepenuhnya menyadari manfaat belajar dan menguasai bahasa asing tersebut.

 

Sebagai khalifah di muka bumi ini, dakwah adalah salah satu tugas kita. Diperlukan kecakapan berbahasa yang baik untuk menyampaikan risalah Illahi. Kecakapan berbahasa akan sangat menentukan kesuksesan dakwah kita. Sebaliknya, kegagalan berbahasa dengan baik maka gagal pula upaya kita untuk memberikan pencerahan kepada penduduk bumi lainnya yang belum mendapatkan pencerahan Islam.

 

Sudah seharusnya mulai terlintas di pikiran setiap umat Islam dari sekarang untuk menyebarkan syiar Islam di negara lain. Dunia sudah sedemikian global. Sudah banyak da’i dan ustadz/ustadzah di sekeliling kita. Tapi, seberapa seringkah kita memikirkan saudara-saudara kita di negara lain. Minim akses yang mereka dapatkan untuk belajar dari para da’i atau ustadz/ustadzah yang memiliki kompetensi keislaman yang bagus. Memang, ada akses internet yang mana

mereka bisa belajar Islam. Tetapi, metode dakwah tatap-muka masih dianggap lebih efektif. Mereka membutuhkan sentuhan kasih-sayang keimanan dari kita.

 

Kita memang sudah mendengar adanya agenda rutin pengiriman da’i atau ustadz/ustadzah ke beberapa negara untuk mengajarkan Al Qur’an, menjadi imam masjid, atau memberi tausyiah selama bulan suci Romadhon saja kepada masyarakat Indonesia di suaatu negara. Tetapi, da’i dan ustadz/ustadzah tersebut belum menyentuh saudara-saudara seiman yang berlatar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Mereka juga membutuhkan jabat tangan dakwah kita. Kita kadang melalaikan rasa dahaga saudara-saudara kita tersebut akan tausyiah keislaman untuk mempertajam keimanannya karena kita enggan belajar bahasa mereka.

 

Peran kita semuanya dalam pengembangan berbahasa asing sangat diperlukan. Kita sangat menyadari bahwa konsistensi kita untuk menjadi contoh berbahasa asing bagi orang-orang di sekitar kita adalah sangat penting. Karenanya, kita memunculkan program “English Day” di unit kita bekerja. Satu embrio program dengan harapan akan membiasakan kita untuk bisa berbahasa Inggris dengan lebih baik dan lancar. Membutuhkan komitmen kuat untuk menggunakan bahasa Inggris sepanjang hari di tempat kita bekerja. Semoga kita bisa istiqomah dengan program ini.

 

Hari Jum’at adalah hari sangat istimewa umat Islam. Karena keistimewaannya kita memilihnya menjadi hari berbahasa Inggris di tempat kita bekerja. Biar tambah barokah kalau kita mengamalkannya dengan niatan ibadah. Maka, jadilah hari istimewa ini ajang bertanya dan menjawab serta berbagi cerita dengan bahasa Inggris. Kita memang masih belajar. Seperti bayi yang belajar merangakak, berdiri, berjalan dan berlari maka begitulah kita di sini. Harapannya, kita nanti bisa berbahasa Inggris seperti berlari. Bukanlah mimpi. Semoga semua ikhtiyar dan doa kita memberi bukti pasti. Aamiin Yaa Robbal A’lamiin.